Upacara Bendera Jadi Momentum Memahami Perbedaan Kesepakatan dan Keyakinan Kelas di SMA Negeri 1 Bojong

BOJONG – Suasana semangat tahun ajaran baru terasa di lapangan SMA Negeri 1 Bojong saat seluruh warga sekolah mengikuti upacara bendera, Senin (20/7). Barisan murid tampak rapi dan khidmat, termasuk murid kelas X yang untuk pertama kalinya mengikuti upacara sebagai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Bojong.

Pemandangan menarik terlihat dari seragam murid kelas X. Sebagian masih mengenakan seragam SMP sebagai bagian dari masa transisi, sementara sebagian lainnya telah mengenakan seragam putih abu-abu lengkap dengan atribut OSIS.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMA Negeri 1 Bojong, Wahyu Tri Mulyandari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanat mengenai perbedaan antara kesepakatan kelas dan keyakinan kelas sebagai bagian dari penerapan budaya positif di sekolah.

Beliau menjelaskan bahwa kesepakatan kelas merupakan hasil musyawarah antara guru dan murid untuk menentukan aturan yang disepakati bersama. Kesepakatan tersebut mengatur hal-hal yang bersifat teknis dalam kegiatan belajar, seperti menyimak penjelasan guru dengan baik, tidak menggunakan telepon genggam tanpa izin, serta tidak makan, termasuk permen, selama proses pembelajaran berlangsung.

Sementara itu, keyakinan kelas merupakan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai tersebut menjadi landasan lahirnya berbagai kesepakatan yang diterapkan di kelas.

Sebagai contoh, keyakinan untuk menghormati dan menghargai guru diwujudkan melalui kesepakatan untuk fokus mengikuti pembelajaran, tidak menggunakan HP tanpa izin, serta menjaga ketertiban selama kegiatan belajar mengajar. Adapun keyakinan untuk menghormati dan menghargai teman diwujudkan dengan membiasakan meminta izin saat meminjam barang, mengembalikan barang yang dipinjam, serta menjaga sikap saling menghargai dalam pergaulan sehari-hari.

Selain itu, kepala sekolah juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran. Nilai tersebut diwujudkan melalui kesepakatan untuk tidak mencontek, tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) maupun mencari jawaban melalui HP atau perangkat lain saat ulangan, serta mengerjakan tugas dan penilaian dengan kemampuan sendiri secara jujur dan bertanggung jawab.

Melalui pemahaman tersebut, setiap kelas diharapkan mampu menyusun kesepakatan dan keyakinan kelas secara bersama-sama. Kesepakatan menjadi pedoman dalam menjalankan aturan sehari-hari, sedangkan keyakinan menjadi dasar pembentukan karakter dan kesadaran positif setiap murid.

Upacara bendera tidak hanya menjadi rutinitas awal pekan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah. Di tengah proses adaptasi murid kelas X, nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan saling menghormati terus ditanamkan sebagai bekal untuk mewujudkan murid SMA Negeri 1 Bojong yang berkarakter dan berprestasi. (IB)

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these