BERITA/ARTIKEL

Penerapan Kepemimpinan Pedagogi dalam Pembelajaran Fisika

Oleh : Dra. Shamratuljanah

Guru Fisika SMAN 1 Bojong Kabupaten Tegal

 

            Setiap orang dalam hidupnya pasti akan diminta untuk menjadi seorang pemimpin, baik dalam  memimpin diskusi kelas, melatih tim sepak bola anak-anak atau mengarahkan kampanye penggalangan dana bencana. Banyak situasi membutuhkan kepemimpinan. Sebagian besar pemimpin memiliki sepak terjang yang berbeda-beda dan memiliki kemampuan yang tinggi pula, misalnya pemimpin relawan penggalangan dana bencana. Meskipun memiliki profil yang berbeda-beda, dalam setiap situasi ada tuntutan atau kebutuhan kepemimpinan yang dibebankan dan dirasakan oleh individu yang menjadi pemimpin. Menjadi seorang pemimpin memiliki banyak tantangan dan tanggung bjawab yang tidak mudah namun hal ini tentu sangat menyenangkan dan harapannya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurut Sitti Hartinah, (2015) Kepemimpinan adalah proses yang mempengaruhi individu lain untuk memahami dan menyetujui dengan apa yang dianggap untuk perlu dilakukan dan bagaimana tugas dapat dikerjakan dengan efektif. Kepemimpinan juga adalah proses untuk memfasilitasi usaha untuk menggerakkan, memotivasi individu-individu dan bersama-sama memenuhi tujuan bersama. Sementara itu, menurut  Yuki (2005), dalam konteks sekolah, kepemimpinan adalah salah satu faktor yang mendorong sekolah secara unit instansi untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan harapan sekolah. Secara lebih fokus, kepemimpinan sekolah adalah kemampuan dari kepala sekolah / manajer sekolah untuk mendorong, mengarahkan, memerintahkan dan menggerakkan guru-guru untuk bekerja dan berpartisipasi untuk memenuhi tugas sekolah.

Kepemimpinan bisa dipandang sebagai sifat. Sifat adalah kualitas pembeda dari seorang individu, yang sering kali diwariskan. Mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu sifat berarti bahwa setiap individu membawa ke kehidupan nyata kualitas tertentu yang mempengaruhi cara dia memimpin. Beberapa pemimpin memiliki sifat percaya diri, beberapa tegas, dan yang lainnya ramah dan supel. Mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah suatu sifat menempatkan banyak penekanan pada pribadi pemimpin dan pada karunia khusus pemimpin. Hal ini menguatkan keyakinan yang sering diungkapkan “pemimpin dilahirkan, bukan dibuat.” Beberapa orang berpendapat bahwa fokus pada sifat-sifat menjadikan kepemimpinan sebagai cara khusus karena hal itu menyiratkan bahwa hanya sedikit orang dengan bakat khusus yang akan memimpin. Meskipun argumen ini mungkin ada benarnya, tetapi juga dapat dikatakan bahwa kita semua dilahirkan dengan beragam sifat unik dan banyak dari sifat ini dapat berdampak positif pada kepemimpinan kita. Dimungkinkan juga untuk memodifikasi atau mengubah beberapa sifat sebagai modal pemimpin. Meskipun ada banyak sifat kepemimpinan yang penting, yang terpenting bagi para pemimpin adalah memiliki sifat yang dibutuhkan yang dituntut oleh situasi tertentu. Misalnya, ruang gawat darurat  di rumah sakit membutuhkan pemimpin yang berwawasan dan tegas serta dapat membawa ketenangan pada situasi. Di lain pihak, ruang kelas SMA tempat siswa belajar  menuntut guru yang inspiratif dan kreatif. Kepemimpinan yang efektif dihasilkan ketika pemimpin menerapkan sifat-sifat yang benar di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Berdasarkan pemaparan di atas, guru memiliki tanggung jawab dan tugas yang tidak mudah. Karena  tanggung jawab guru di era digital ini kian kompleks. Guru memiliki peran yang lebih besar dari sekadar memberikan ilmu kepada peserta didik. Lebih dari itu, seorang guru harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi siswa-siswanya. Guru harus mampu mengubah perilaku siswa-siswa menjadi pribadi yang mulia dan terpuji. Disinilah peran guru yang tidak akan bisa tergantikan oleh teknologi apapun. Yakni, cara mendidik seorang guru yang berbeda dengan media-media pembelajaran. Seorang guru ketika mendidik siswa-siswanya tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kehangatan. Hal yang tidak siswa dapatkan ketika belajar dari media-media di internet. Di abad 21 atau yang sering disebut sebagai era digital, guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam pendidikan. Guru memiliki peran penting karena seiring berjalannya waktu , tugas utama guru adalah  mencerdaskan kehidupan bangsa. Alih-alih sebagai tenaga pendidik, seorang guru juga memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan dunia pendidikan. Kepada para guru pula, masyarakat menitipkan keberhasilan anak-anaknya mengenyam pendidikan. Seiring waktu berjalan, tantangan guru di era digital kian berat dan kompleks. Setiap guru harus mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman, dengan terus melakukan update informasi. Tepatnya, di era yang serba digital ini, setiap guru harus mampu beradaptasi dengan cara mengubah model pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan siswa. Model pembelajaran yang digunakan guru merupakan faktor ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, oleh karena itu dari banyak model pembelajaran guru harus pandai dalam menerapkan model pembelajaran yang tepat bagi siswanya, salah satu model pembelajaran yang tepat yang dapat digunakan guru fisika adalah model pembelajaran Tutor Sebaya dengan pengembangannya berupa Buku Panduan ,Selamat mencoba.

Bagikan Info:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *