BERITA/ARTIKEL

Penerapan Model Pembelajaran  Problem Based Learning Berbantuan Media Kartu Aksara

Penerapan Model Pembelajaran  Problem Based Learning

Berbantuan Media Kartu Aksara untuk Meningkatkan Kemampuan \Menulis Aksara Rekan Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Bojong

Oleh: ULUFI PUJI ASTUTI, S.Pd.

(Guru SMA Negeri 1 Bojong)

Perkembangan zaman yang begitu pesat menuntut manusia untuk terus berkembang dan mengikuti arus perubahan agar tidak tertinggal. Hal ini akan mempengaruhi pola pikir dan cara setiap orang dalam menghadapi permasalahan di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah pada mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai budaya leluhur nenek moyang kita.

Pembelajaran Bahasa Jawa merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib untuk diajarkan di berbagai jenjang Pendidikan di wilayah Jawa Tengah. Beberapa materi wajib yang diajarkan pada mata pelajaran ini antara lain membaca dan menulis aksara Jawa. Materi ini selalu ada pada kurikulum 2013 bahkan Kurikulum Merdeka saat ini. Diajarkan juga dari tingakt SD hingga SMA. Hal ini tentu saja atas rujukan dari Perda No 9 Tahun 2012 pada azas dan tujuan pasal 2 yakni pelindungan, pembinaan, dan pengembangan Bahasa, sastra, dan aksara Jawa dilaksanakan berdasarkan asas manfaat dan dilakukan secara sistematis, terarah, terencana, dan berkelanjutan. Sebagai salah satu hasil budaya, membaca dan menulis huruf aksara Jawa tidak dapat ditinggalkan begitu saja dalam mata pelajaran Bahasa Jawa.

Pembelajaran bahasa Jawa memiliki empat aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat aspek ketrampilan berbahasa, ketrrampilan menulis merupakan ketrampilan yang memiliki tingkat tinggi yang kompleks. Menulis merupakan bagian dari fungsi wujud dimensi komunikasi yang melibatkan proses kreatif untuk  menyampaikan informasi yang berasal dari pikiran, pandangan, perasaan secara tertulis kepada orang lain (Dalman, 2016: 3). Menulis menggunakan huruf aksara Jawa memiliki keunikan tersendiri dan membutuhkan penguasaan dasar tentang sistem tulisan Jawa, sehingga menulis aksara Jawa perlu diajarkan mulai sekolah dasar salah satunya di sekolah tingkat menengah. Melihat hal ini, logikanya peserta didik pada jenjang SMA sudah begitu hafal dan memahami cara membaca dan menulis dengan menggunakan aksara Jawa, tetapi kenyataanya tidak demikian. Banyak peserta didik dalam tiap kelas yang tidak mampu menuntaskan capaian pembelajaran ini.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan belajar menulis aksara rekan pada siswa fase F atau kelas XI di SMAN 1 Bojong adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang berbasis Problem Based Learning. Pemilihan model Problem Based Leraning dinilai dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis aksara Jawa terutama aksara rekan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Penerapan model (PBL) untuk meningkatkan kemampuan menulis aksara rekan dilaksanakan dengan beberapa langkah antara lain:

Kegiatan Pendahuluan, guru masuk ruang kelas memberi salam kepada peserta didik. Kemudian berdoa agar proses pembelajaran berjalan lancar. Guru mengecek kehadiran peserta didik dengan melakukan absensi. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai pembahasan pada pertemuan sebelumnya yang dikaitkan dengan materi aksara rekan (communication). Langkah selanjutnya, guru memotivasi peserta didik pentingnya mempelajari aksara rekan. Guru menghubungkan apersepsi terkait pengalaman peserta didik dengan materi aksara rekan. Kemudian guru menjelaskan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, model dan metode pembelajaran serta penilaiannya. Dilanjutkan guru menyampaikan pertanyaan pemantik, dilanjutkan pula ice breaking supaya suasana kelas lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dalam mengukur kemampuan peserta didik, guru memberikan soal posttest  sebagai penilaian diagnostik via link wordwall yang sudah disediakan guru (TPACK).

Kegiatan Inti ada lima Fase dalam pembelajaran  antara lain:  Fase 1 Orientasi Peserta Didik pada Masalah (Literation), Guru menampilkan video youtobe terkait kaidah penulisan aksara rekan, kemudian peserta didik mencermati dan melakukan tanya jawab. Setelah itu, guru menjelaskan materi aksara rekan  beserta contohnya dengan media PPT Canva (TPACK). Setelah itu, peserta didik mengumpulkan materi dan mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang santun (eksplorasi konsep-critical thinking). Fase 2 Mengorganisasi Peserta Didik (collaboration), peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok. Guru menjelaskan cara menganalisis penulisan kaidah aksara rekan pada Media Karsawa (Kartu Aksara) yang disalin di LKPD, Sebagai bahan referensi peserta didik membuka bahan ajar pada link yang sudah disiapkan guru (TPACK). Fase 3 Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok  (Refleksi Terbimbing), peserta didik secara berkelompok melakukan penyelidikan dan guru membimbing secara individu maupun kelompok.  Fase 4 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (demonstration), peserta didik Bersama kelompok mempresentasikan LKPD dan kelompok lain menanggapi dan mengapresiasi secara bertanggjawab. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik. Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait aksara rekan yang belum dipahami (elaborasi pemahaman). Fase 5 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (Koneksi antar materi), peserta didik menyimpulkan materi dibawah bimbingan guru dan dilanjutkan mengumpulkan LKPD. Sebagai Aksi Nyata Peserta didik mengerjakan soal posttest pada via link Quizizz yang sudah dibagi via group washtaap (TPACK) penilaian sumatif. Kegiatan Penutup peserta didik melakukan refleksi tentang hasil pembelajaran pertemuan hari ini. Guru menjelaskan materi pada pertemuan berikutnya. Kemudian guru menutup pembelajaran dan mengingatkan kembali untuk selalu semangat, “boleh lelah tapi jangan menyerah” dan dilanjutkan berdoa bersama.

Pembelajaran materi aksara Jawa termasuk aksara rekan dengan model Problem Based Learning dapat membantu siswa dalam elemen menulis berbantuan Media Kartu Aksara. Peserta didik dapat menyusun kartu aksara Jawa secara acak menjadi sebuah kalimat aksara Jawa melalui diskusi dan tanya jawab saat mengalami masalah dalam mengerjakan LKPD. Model pembelajaran Problem Based Learning efektif meningkatkan ketrampilan menulis aksara rekan pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Bojong Kabupaten Tegal. Peserta didik sangat antusias dengan model dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sehingga dari kegiatan pembelajaran ini bisa menghasilkan bahan materi untuk literasi. (AR)

 

Bagikan Info:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *